Bagi pengguna facebook tombol "like" merupakan fitur yang sering digunakan. Bukan hal yang rahasia ketika seorang pengguna facebook meng-update statusnya dinewsfeed berharap mendapatkan "like" dari teman-teman facebooknya. Begitu juga dengan pengguna facebook lainnya akan me-like  update-an status temannya di facebook yang dianggap menarik. Jadi dilihat dari sudut pandang sosial "like" di  facebook merupakan salah satu bentuk interaksi dalam media sosial facebook, dan jika dilihat dari sudut pandang psikologis "like" di facebook merupakan salah satu bentuk apresiasi satu sama lainnya.

Namun ada kabar yang "unlike" untuk pengguna media sosial facebook. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg mempertimbangkan untuk sembunyikan tombol "like" di newsfeed. Kebenaran kabar ini telah dikonfirmasi perusahaan facebook kepada MarketWatch. Pertimbangan ini dilakukan untuk mencegah mereka dari tindakan membanding-bandingkan diri secara dekstruktif dan mempunyai perasaan tidak cukup like dalam postingan sehingga pengguna memutuskan untuk menghapus postingan di newsfeed.

Instagram yang merupakan bagian dari perusahaan facebook telah melakukan tes ini di 7 negara seperti Canada, Australia, Brazil, Irlandia, Italia, Jepang dan Islandia Baru. Tes ini menampilkan suatu postingan audien hanya beberapa teman dari teman bersama bisa me-like-nya.

Ternyata tes menyembunyikan "like" oleh instagram berdampak secara seginifikan terhadap penurunan harga saham facebook sebanyak 1% dari $183.76 pada hari selasa 3 September 2019.

Dengan dampak ini, apakah facebook akan memutuskan penerapan menyembunyikan "like"? Mari kita pantau terus perkembangannya!

Written by LSH